Tahun Baru Hijriah, Awal Hijrahnya Nabi ke Madinah


Pada awal mulanya ada empat pilihan yang diperhatikan para sahabat untuk menentukan awal tahun baru Islam, yaitu waktu kelahiran (maulid), waktu pengangkatan kenabian-kerasulan, waktu hijrah ke Madinah, dan waktu wafat Nabi Muhammad saw.
Para sahabat menetapkan awal tahun baru Islam berdasarkan peristiwa hijrah melalui firman Allah perihal pembangunan masjid Kuba, { لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ یَوۡمٍ } [Surah At-Tawbah: 108]
“Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama”.
Para sahabat sependapat bahwa peristiwa tersebut menjadi awal mula penanggalan kalender tahun baru Islam (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari) Kita juga memaklumi bahwa “awwali yawmin” atau “sejak hari pertama” pada Surat At-Taubah ayat 108 merupakan hari Nabi Muhammad saw dan sahabatnya memasuki Kota Madinah.
“Sahal bin Sa’ad mengatakan, ‘Para sahabat tidak mengitung hari kenabian-kerasulan Nabi Muhammad saw atau hari wafatnya sebagai awal tahun baru Islam. Mereka mengitung awal tahun baru Islam dari hari Nabi Muhammad saw tiba di Kota Madinah,’” (HR Bukhari).
والله اعلم بالصواب





